Ancaman Soft Drink terhadap Kesehatan
GAYA hidup sehat ala back to nature adalah cara terbaik mendapatkan tubuh bugar dan bebas dari gangguan berbagai bentuk penyakit. Salah satunya adalah membiasakan minum air putih, dan mengabaikan soft drink berkalori tinggi.
Dalam bahasa sehari-hari, soft drink dapat diartikan sebagai minuman ringan berkarbonasi / bersoda. Karbonasi merupakan efek penginjeksian gas CO2 (karbondioksida) ke dalam minuman, sehingga memiliki penampakan bergelembung-gelembung yang menyuguhkan kesan segar.
Soft drink kini begitu digandrungi siapa pun, terutama kaum muda. Selain mengusir dahaga, sekaligus memberi kenikmatan luar biasa, mengonsumsi soft drink dianggap memiliki prestise tertentu. Hal ini ditunjang kemasannya yang lebih modern, juga harganya yang relatif mahal ketimbang air minum dalam kemasan nonkarbonasi.
Merebaknya minuman ringan ini terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dampak negatif pun muncul, antara lain penyakit degeneratif. Sejak penemuan soft drink di AS (1830), terjadi peningkatan konsumsi secara tajam dari tahun ke tahun, yang diikuti negara-negara lain.
Pada 1986, konsumsinya sekitar 28 galon per kapita/tahun, lalu meningkat menjadi 41 galon pada 1997. Minuman ini bahkan dikonsumsi 74 persen dari populasi anak lelaki dan 64 persen anak perempuan.
Belakangan, persentasenya makin membengkak, seiring dengan perubahan pola makan, khususnya di kalangan masyarakat perkotaan. Bisnis soft drink pun kian marak, dengan kemunculan berbagai merek dan kemasan, yang ditunjang strategi pemasaran yang luar biasa.
Gelembung CO2
Tetapi tahukah Anda, di balik popularitas dan efek kepuasan dari gelembung-gelembung CO2 yang khas, ada sisi kecemasan luar biasa di kalangan dunia kesehatan? Sebenarnya apa yang terkandung dalam soft drink? Lantas, bagaimana dampaknya terhadap kesehatan?
Komposisi minuman ringan sangat sederhana, yaitu terdiri atas 90 persen air. Sisanya kombinasi pemanis buatan, gas CO2, pencita rasa (essens), pewarna, asam fosfat, kafein, dan beberapa mineral terutama aluminium.
Meski diracik begitu sederhana, minuman ini menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, terutama kandungan benzene. Memang tidak seketika, tetapi akan dirasakan di masa datang, apabila mengonsumsinya terus-menerus dan berlebihan.
Misalnya kerusakan gigi, diabetes, obesitas, osteoporosis, penyakit jantung dan batu ginjal. Hal ini karena adanya bahan-bahan aditif, serta rasa manis yang memiliki kadar gula dan kandungan energi.
Menurut Jacobson (2003), rasa manis dalam sekaleng soft drink setara dengan tujuh sendok teh gula pasir. Pada survei tahun 1997 diketahui, 44 persen lelaki di AS mengasup 34 sendok teh gula / hari akibat mengonsumsi soft drink. Sebaliknya, 40 persen perempuan mengasup 24 sendok teh gula/hari.
Jika dihitung sumbangan energinya, berarti setiap lelaki mengonsumsi 2.750 kilo kalori (kkal) per hari, sedangkan perempuan sekitar 1.850 kkal/hari. Menurut anjuran United States Department of Agriculture (USDA), konsumsi gula harian yang normal hanya memberikan energi sekitar 1.600 kkal.
Sementara kandungan asam fosfor dalam soft drink mengandung 13-19 mg/100ml.
Pacu Obesitas
Minuman ringan termasuk penyumbang energi yang tak dibutuhkan tubuh dan ikut bertanggung jawab terhadap kelebihan asupan energi yang bisa menyebabkan obesitas. Obesitas merupakan penyakit kelebihan berat badan minimal 75 persen dari berat ideal. Penyebab utamanya adalah konsumsi makanan berlebihan, tanpa diimbangi aktivitas fisik dan olahraga.
Meski bukan faktor utama, soft drink yang dikonsumsi rutin bisa menyebabkan obesitas. Beberapa penelitian menyebutkan, risiko obesitas akibat minuman ringan lebih banyak menyerang anak-anak dan remaja, terutama laki-laki.
Dari hasil survei, hanya 33 persen anak-anak mengonsumsi makanan lengkap sesuai anjuran Recommended Dietary Allowances (RDA). Demikian pula komponen gizi mikronya.
Hanya 36 persen anak laki-laki dan 14 persen anak perempuan mengonsumsi kalsium sesuai anjuran RDA, 30 persen vitamin A, serta 20 persen magnesium.
Fakta-fakta tersebut dipacu oleh tingginya anak-anak mengonsumsi minuman ringan, yakni 1,5 kali lebih banyak daripada susu.
Obesitas juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Bagi wanita hamil, minuman ini harus dihindari sejak awal kehamilan sampai melahirkan. Meski hanya segelas, minuman bersoda mengandung 250 kalori serta gula fruktosa yang tak baik dikonsumsi ibu hamil.
Fruktosa dalam soft drink merupakan gula sintetik yang diekstrak secara kimiawi dari jagung dan berkalori sangat tinggi, sehingga meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.Risikonya, timbul diabetes mellitus selama kehamilan dan janin mengalami kelebihan berat badan.
Bahaya Getol Mengasup Soft Drink!
Aneh tapi nyata, tapi begitulah faktanya. Saat orang Amerika mulai sadar pada dampak buruk mengonsumsi sukrosa, kita di sini malah bangga meniru pola makan mereka.
Bahkan, kita lebih getol mengasup softdrink, permen, biskuit yang sudah dilapisi sukrosa, sampai gula dan sirup dan jagung yang kerap dipromosikan sebagai rendah kalori (padahal tidak begitu).
Banyak orang masih belum mengerti bahwa gula (gula dari tebu, sukrosa) mengandung glukosa dan fruktosa dengan perbandingan yang sama besar. Dalam kondisi normal (tidak berlebihan), glukosa dibakar melalui jalur biasa menjadi tenaga. Sedangkan sisa pembakaran glukosa diubah menjadi asam lemak. Pembakaran fruktosa pun harus melalui jalur pembakaran glukosa ini. Setelah sukrosa dicerna di usus, glukosa dan fruktosa masuk ke pembuluh darah dan hati.
Itu normalnya. Bagaimana jika sukrosa yang dikonsumsi begitu banyak, sehingga timbul gelombang atau banjir glukosa dan fruktosa?
Dampaknya, fruktosa tidak dapat masuk jalur pembakaran glukosa, sehingga terpaksa menempuh jalan pintas, diubah menjadi gliserol-3-fosat. Begitu juga dengan glukosa, jika banjirnya kelewatan, diubah pula menjadi gliserol-3-fosfat. Padahal, gliserol-3-fosfat ini dapat mengikat tiga asam lemak dan membentuk trigliserida. Trigliserida ada yang bebas beredar dalam darah, ada pula yang disimpan dalam jaringan lemak. Kabar buruknya, peningkatan kadar trigliserida dapat memicu penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), jika terjadi penurunan kadar HDL (kolesterol baik) disertai peningkatan kadar LDL (kolesterol jahat) dalam darah.
Begitu berbahayanya trigliserida ini. Kelebihan 800 mg/dl saja sudah dapat menyebabkan terjadinya penyakit pankreatitis akut atau radang kelenjar pankreas. Itu pasalnya, penting menjaga kadar trigliserida tetap normal, di bawah 80 mg/dl. Di hati, trigliserida bersama kolesterol dan beberapa jenis protein (apoprotein) kongkalikong membentuk lipoprotein jenis VLDL (vety low density lipoprotein).
VLDL bertugas mengangkut trigliserida ke jaringan tubuh untuk dimetabolisme menjadi tenaga (misalnya di otot) atau disimpan di jaringan lemak. Setelah keluar dari hati dan masuk ke pembuluh darah, sebagian trigliserida dikeluarkan dari VLDL oleh enzim lipoprotein lipase.
Trigliserida yang dikeluarkan dari VLDL itu kemudian terurai menjadi gliserol-3-fosfat atau asam lemak. Asam lemaknya sebagian dipakai untuk pembakaran yang menghasilkan tenaga, sebagian lagi disimpan dalam jaringan lemak sebagai trigliserida lagi. Begitu terus, sampai akhirnya jumlah trigliserida makin lama makin banyak dan menimbulkan rantai penyakit.
Dahulu, di AS, meningkatnya kasus kardiovaskuler, obesitas, dan diabetes menimbulkan kekhawatiran, sekaligus gagasan untuk mengganti konsumsi lemak hewan dengan karbohidrat sebagai sumber energi. American Diabetes Association bahkan merekomendasikan energi dari lemak tidak boleh lebih dari 30%. Karbohidrat pun menggantikan posisi lemak sebagai sumber energi utama.
Namun, sumber energi pengganti lemak hewan pun tak sepenuhnya aman. Karena belakangan terbukti, sukrosa terutama fruktosa, ternyata meningkatkan kadar trigliserida dan menurunkan kadar kolesterol baik darah, sehingga melambungkan jumlah pasien kardiovaskuler. Tak heran kalau The American Heart Association akhirnya menganjurkan pembatasan pemakaian sukrosa dan menggantikannya dengan tepung.
Seperti kata orang bijak, jika hendak meniru, tirulah yang baik.
Minuman ringan (soft drink) adalah minuman yang tidak mengandung alkohol, merupakan minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yang mengandung bahan makanan dan / atau bahan tambahan lainnya baik alami maupun sintetik yang dikemas dalam kemasan siap untuk dikonsumsi. Minuman ringan terdiri dari dua jenis, yaitu: minuman ringan dengan karbonasi (carbonated soft drink) dan minuman ringan tanpa karbonasi.
Minuman ringan dengan karbonasi adalah minuman yang dibuat dengan mengabsorpsikan karbondioksida ke dalam air minum. Minuman ringan tanpa karbonasi adalah minuman selain minuman ringan dengan karbonasi.
Bahan makanan dan tambahan lainnya yang ditambahkan dalam minuman ringan terdiri dari:
a. a. Bahan makanan alami meliputi buah-buahan dan / atau produk dari buah-buahan, daun-daunan dan/atau produk dari daun, akar-akaran, batang/kayu tumbuhan, rumput laut, susu dan / atau produk dari susu.
b. b. Bahan makanan sintetik meliputi sari kelapa, vitamin, stimulan.
c. c. Tambahan lainnya meliputi: pemberi rasa, pemberi asam, pemberi aroma, pewarna dan pengawet, garam.
Berikut ini disampaikan penjelasan-penjelasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan minuman ringan:
1. 1. Air berkarbonasi merupakan kandungan terbesar di dalam carbonated soft drink. Air yang digunakan harus mempunyai kualitas tinggi, yaitu: jernih, tidak berbau, tidak berwarna, bebas dari organisme yang hidup dalam air, alkalinitasnya <50 ppm, total padatan terlarut <500 ppm, dan kandungan logam besi dan mangan mengandung gas karbon dioksida & sejumlah besar asam fosfat yg
dpt mengganggu metabolisme kalsium & tulang.
—-> kadar gula pd bbrp jenis softdrink cukup tinggi, bahkan ada yg sampai
lebih dari 8 sendok teh gula pasir untuk satu ukuran gelas minum.
—-> bbrp jenis softdrink mengandung kafein & zat pewarna sintetis yg
terbuat dari bahan aspal cair.
Jadi, tidak ada manfaat yg dpt diperoleh dari softdrink, selain penyakit/kelebihan berat badan!!
Makanya walaupun minum softdrink itu enak & nyegerin, sebaiknya dibatasi! Lebih baik diganti dgn minum jus buah2an yg segar 
Pertanian AS dan Institut Nasional bagi Kemanan dan Kesehatan Pekerja, menemukan bahwa campuran tertentu yang terkandung dalam buah Blackberry segar sangat berkhasiat untuk menghancurkan sel kanker dan tumor ganas. Campuran tersebut adalah jenis flavonoid cyanidin-3-glucoside (C3G), yang bisa larut dalam air.
Flavonoid adalah jenis campuran yang dihasilkan oleh tumbuhan secara alami, yang berfungsi sebagai antioksidan. Campuran tersebut seperti pada zat warna tanaman dan walaupun tak tergolong sebagai bahan gizi penting, mereka mampu menghasilkan vitamin C, yang menjadikannya antioksidan yang sangat kuat. Flavonoids juga dibutuhkan untuk memelihara dinding kapiler dan melindungi dari infeksi. Kekurangan flavonoid akan menyebabkan tubuh mudah memar.
Campuran flavonoid dapat ditemui pada buah-buahan seperti berry, apel, bawang putih, anggur merah, teh, anggur hijau, jeruk, jeruk lemon, cherry, sayur-sayuran hijau, alga biru dan hijau dan banyak lagi yang lain. Flavonoid tak hanya melindungi dari zat berbahaya yang merusak sel, tapi juga mencegah tumbuhnya bibit penyakit kanker dalam tubuh, memperlambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker dalam tubuh, dan lain-lain.
Walaupun studi yang terdahulu menunjukkan bahwa hampir semua buah-buahan dan sayuran mengandung campuran anti-kanker yang sangat ampuh, para peneliti gagal menemukan apakah jenis antioksidan tanaman yang menghancurkan sel tumor itu dan bagaimana cara kerja mereka. “Hanya sedikit yang diketahui tentang kandungan aktif dalam antioksidan ini dan bagaimana komponen ini menggunakan ‘kemampuan’-nya untuk mencegah tumbuhnya bibit kanker,” kata tim yang terlibat dalam penelitian itu.
Dalam percobaan yang dilakukan pada seekor tikus, para peneliti menemukan bahwa flavonoid C3G sangat efektif melawan kanker kulit. Tikus percobaan tersebut mengalami kanker kulit sebelum para ilmuwan memulai memberinya suplemen yang mengandung C3G. Setelah jangka waktu tertentu, para peneliti menemukan bahwa campuran blackberry sangat aktif melawan tumor kulit yang sangat menular dan menghambat pertumbuhan dan penyebaran dari tumor tersebut.
Percobaan yang sama dilakukan pada tikus yang menderita penyakit kanker paru-paru, salah satu jenis kanker yang bisa menyebar serta menginfeksi organ lain dalam tubuh. Suplemen flavonoid C3G terbukti sangat efisien dalam melawan penyakit kanker paru-paru dan juga mencegah pertumbuhan dan penyebaran tumor. (sof/bun)
Add comment October 3rd, 2006
Alkohol Picu Serangan Asam Urat
KapanLagi.com – Mengkonsumsi alkohol, biarpun sedikit, terbukti dapat menyebabkan kambuhnya rasa nyeri akibat penyakit asam urat (gout).
“Tidak lama setelah mengkonsumsi alkohol, bahkan kurang dari 24 jam, timbul rasa nyeri akibat gout. Karena itu, pengindap asam urat harus menghindari alkohol,” kata peneliti dari Boston University Yuqing Zhang kepada Reuters, Rabu (27/09/06).
Gout adalah radang sendi, yang kadang kambuh disertai rasa nyeri dan bengkak di persendian.
Meski sudah ada pengobatan yang efektif, banyak pasien gout masih mengalami rasa nyeri yang berulang.
Sudah lama alkohol dicurigai sebagai pemicu serangan gout, tapi selama ini belum ada tes untuk membuktikan hal tersebut.
Dalam studi terhadap 179 penderita asam urat, Zhang dan rekannya sesama peneliti mendapati konsumsi alkohol sekalipun hanya sedikit, dapat memicu kambuhnya asam urat.
Orang yang mengkonsumsi lima sampai enam jenis minuman beralkohol dalam 48 jam, memiliki kemungkinan mendapat serangan gout dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang tidak meminumnya.
Mereka yang mengkonsumsi tujuh atau lebih minuman beralkohol dalam jangka waktu dua hari, memiliki kemungkinan kambuh nyeri goutnya 2,5 kali lipat dibanding orang yang tidak minum.
Risiko kambuhnya nyeri gout ditemukan pada orang yang mengkonsumsi bir, anggur dan minum lain yang mengandung alkohol. (*/rit)
Memang menurut beberapa penelitian ditemukan bahwa orang-orang postif cenderung menjalani kehidupan lebih bahagia dan sehat. Namun, dengan lingkungan pergaulan dan pikiran-pikiran yang berkecamuk di kepala kita, rasanya tak mudah untuk terus-menerus mempertahankan sikap positif. Akan tetapi, untuk sebuah tujuan yang bagus tak ada salahnya jika kita mengusahakan yang terbaik. Berikut beberapa panduan melakukan lagkah-langkah kecil untuk mempertahankan sikap positif.
1. Mulailah Selangkah Demi Selangkah – Adakalanya saat menginginkan perubahan, kita ingin mengubah segalanya secara menyeluruh. Daripada mengubah secara keseluruhan, lebih baik perbaiki setahap demi setahap. Buat catatan tentang hal yang membuat Anda merasa tak puas, cari sisi yang membuat Anda merasa tak senang, lalu mulailah melakukan tindakan untuk mengubahnya. Melakukan perubahan selangkah demi selangkah justru memiliki peluang besar untuk mendapatkan hasil maksimal.
2. Berbincang Dengan Diri Sendiri – Diantara seminggu penuh waktu kita untuk beraktifitas, luangkan sehari saja untuk merasakan kedekatan dengan diri Anda sendiri. Dengarkan secara seksama kata hati Anda. Pecayalah, Anda akan merasa kaget saat mengetahui betapa kerasnya Anda terhadap diri sendiri. Cerna setiap ungkapan kata hati dan gantikan pikiran-pikiran negatif dengan pemikiran yang positif.
3. Berhenti Membandingkan – Sudah sewajarnya jika kita melihat orang lain sebagai tolok ukur, tapi jangan lantas membuat Anda membandingkan kehidupannya dengan kehidupan Anda sendiri. Membandingkan hubungan dengan pasangan, pekerjaan yang Anda miliki dengan apa yang dimiliki orang lain hanya akan memukul keras harga diri Anda. Memandang kelebihan orang lain hanya akan mengembangkan fantasi, yang justru akan mendorong Anda jatuh ke dalam rasa tak peraya diri.
4. Nasehati Diri Sendiri – Kebanyakan orang cenderung lebih mahir menyelesaikan permasalahan orang lain dari pada mengatasi masalahnya sendiri. Jika Anda berhasil menghibur seorang teman yang ditimpa masalah, tanyakan padanya apa yang telah membuatnya merasa terhibur. Lain kali jika Anda mendapatkan masalah, mungkin penghiburan Anda tersebut dapat berguna untuk diri sendiri.
5. Utamakan Diri Sendiri – Jika Anda lebih sering menempatkan kepentingan diri sendiri diurutan terakhir, sebaiknya sekali-kali lakukan sesuatu untuk diri sendiri. Mempreoritaskan kepentingan sendiri diurutan akhir biasanya akan mendorong Anda mengasihani diri sendiri, dimana justru mendorong timbulnya rasa frustasi. Jika kemarahan-kemarahan tersebut bertumpuk, justru orang-orang yang Anda cintai yang akan jadi tempat pelampiasan kekesalan. Adakalanya Anda boleh tidak ikut bepergian dengan keluarga hanya untuk menyaksikan serial kesayangan Anda. Sesekali mementingkan diri sendiri justru akan mempertahankan keseimbangan dan membawa hasil yang lebih baik untuk Anda serta orang-orang yang Anda sayangi.
6. Berfokus Pada Diri Sendiri – Tumbuhkan kesadaran kalau Anda tak dapat mengubah orang lain, tapi Anda bisa mengubah diri sendiri. Cara ini membantu Anda melepaskan banyak bagasi emosional. Mungkin ucapan kekasih yang sedang marah terasa menyakitkan hati, tapi saat Anda menerima bahwa itu hanyalah masalah dia bukan masalah Anda, maka perasaan buruk yang diakibatkan kata-kata pedasnya tak akan membawa dampak buruk bagi perasaan Anda.
7. Luangkan Waktu Untuk Bermain – Setiap orang pasti memiliki sisi anak kecil di dalam dirinya. Rangkulah sisi itu sekali-kali. Bermain memiliki efek memperbaiki emosi. Rasa ingin tahu lebih membangun dari pada kritikan. Kembangkan prilaku seperti anak-anak saat berbeturan dengan masalah, lebih baik bertanya bagaimana cara kerja komputer Anda dari pada marah-marah karena orang lain lebih baik dari Anda.
8. Minta Dukungan Dari Teman – Kita memang tak selalu berhasil mempertahankan semangat. Alangkah baiknya jika Anda meminta bantuan teman untuk mememberi dukungan. Ceritakan pada teman terpercaya Anda kalau Anda sendang memperbaiki sikap, biarkan teman dia memberikan dukungan sekaligus pelatihan. Minta pendapatnya tentang bagaimana Anda berekasi terhasap suatu permasalahan secara emosional.
9. Nikmati Proses – Tujuan dalam hidup memang sebuah titik penting untuk dicapai. Tapi terpancang pada hasil justru membuat kita mengabaikan proses. Mengimpikan apa yang jadi tujuan Anda hanya akan membuat impian itu ada diawang-awang. Tapi hanya bertindak selangkah demi selangkah yang akan membawa Anda mendekati apa yang ingin Anda capai.
10. Jangan Lupa Bersyukur – Kadang kita lupa betapa banyak yang telah kita dapat dalam hidup ini. Sebenarnya, menyadari rahmat yang kita terima justru akan membawa warna cerah dalam kehidupan itu sendiri. Mulailah membuat catatan bahagia setiap hari. Ingat tiga hal yang patut Anda syukuri selama sepanjang hari yang Anda lalui, niscaya itu akan membuat Anda lebih menghargai hidup.
Kalau hidup positif dapat membuat kita lebih bahagia dan sehat, rasanya kita semua patut untuk mengusahakannya. Dan semoga sepuluh panduan diatas dapat membantu Anda melakukannya. (erl) Dalam studi yang dilakukan pada remaja Oslo, Norwegia, menyatakan peminum soft drink manis cenderung memiliki gangguan mental seperti hiperaktif dan perasaan tertekan.
Riset yang melibatkan lebih dari 5.000 remaja Norwegia berusia 15 dan 16 tahun ini memperlihatkan hubungan jelas dan langsung antara konsumsi soft drink, hiperaktif, dan hubungan yang lebih rumit pada gangguan prilaku serta mental.
Mereka meneliti dan menanyai seberapa banyak soft drink bergula yang biasa mereka konsumsi per harinya, dan kemudian meminta mereka menjawab daftar pertanyaan standard yang biasa digunakan untuk menilai kesehatan mental.
Dr. Lars Lien dan rekan dari Universitas Oslo mengatakan mereka yang biasa tidak sarapan dan makan siang justru lebih sering mengkonsumsi soft drink.
“Ada hubungan yang kuat antara menkonsumsi soft drink dan gangguan kesehatan mental di kalangan murid kelas 10,” tulis laporan yang diterbitkan dalam American Journal of Public Health dan dilaporkan Reuters, Kamis (28/09/06).
Hubungan tersebut tetap penting, setelah penyesuaian sosial, gangguan prilaku dan yang berhubungan dengan makanan. Terlebih mayoritas siswa mengatakan mereka minum sekitar satu dan enam porsi soft drink per minggu.
Sementara mereka yang tak minum soft drink sama sekali lebih memiliki kesehatan yang lebih baik dibanding penimum soft drink, terlebih bagi mereka yang minum lebih dari enam porsi per minggu memiliki tingkat tertinggi.
Bagi prilaku hiperaktif, terdapat hubungan linear langsung — di mana makin banyak soda yang diminum seorang remaja, semakin hiperaktif prilaku yang ditunjukkan.
Masalah terburuk terlihat pada remaja pria dan perempuan yang minum empat porsi atau lebih soft drink per hari. Sepuluh persen remaja laki-laki dan dua persen perempuran minum sebanyak itu.
Peneliti mengatakan kemungkinan bahan lain dalam soft drink, seperti kafein, yang diduga menjadi penyebab gejala-gejala tersebyut, namun mereka tak memeriksa sumber lain gula pasir halus (refined sugar) dalam pola makanan remaja tersebut.
Namun mereka mengatakan banyak remaja teralalu banyak minum soft drink yang mengandung gula, padahal anjuran konsumsi di Norwegia adalah 10 persen dari total kalori per hari dari gula para peneliti mengatakan sedikitnya sepertiga remaja pria mengonsumsi terlalu banyak dari makanan ringan saja.
“Satu langkah sederhana dan efektif untuk mengurangi konsumsi soft drink dalam kelompok usia ini ialah penghilangan mesin minuman ringan dari sekolah dan tempat umum lain tempat orang dewasa berkumpul
Apa yang akan Anda lakukan jika berada dalam suasana yang sangat panas dan melelahkan? Jawaban yang umum adalah segera menenggak minuman yang segar dan dingin. Hal ini tidak dapat dipungkiri. Salah satu dari jenis minuman yang sangat populer untuk mengusir dahaga dan sekaligus memberi kenikmatan yang luar biasa adalah soft drinks (minuman ringan).
Minuman ringan diciptakan di Amerika Serikat pada tahun 1830. Konsumsinya terus meningkat secara drastis dan terus menerus dari tahun ke tahun. Peningkatan ini tidak hanya berlaku di negara Paman Sam saja, tetapi juga di negara-negara lain di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia.
Akhir-akhir ini konsumsi minuman ringan terus meningkat sesuai dengan perubahan pola makan, khususnya di kalangan masyarakat perkotaan. Lihat saja paket-paket yang ditawarkan oleh beberapa restoran cepat saji. Minumannya pasti dari salah satu jenis minuman ringan yang populer. Minuman ringan dalam berbagai bentuk kemasan mudah dibeli di mana saja. Bahkan di warung-warung terdekat.
Di sisi lain, peningkatan konsumsi minuman ringan di seluruh dunia telah menimbulkan kecemasan di kalangan dunia kesehatan. Banyak penelitian yang telah membuktikan dampak negatif minuman ringan bagi kesehatan tubuh manusia.
Sebenarnya apakah minuman ringan itu? Apa kandungannya hingga banyak yang suka?
- Bersoda
Minuman ringan diartikan sebagai minuman berkarbonasi. Karbonasi merupakan proses penginjeksian gas-gas CO2 (karbon dioksida) ke dalam minuman sehingga memiliki penampilan gelembung-gelembung yang memberi kesan segar. Gelembung-gelembung CO2 tersebut juga memberi efek kepuasan yang sangat khas apabila dikonsumsi, yaitu rasa menggigit di lidah.
Dalam bahasa sehari-hari, minuman ringan sering disebut juga sebagai minuman bersoda. Kemasan minuman bersoda umumnya kaleng atau botol, baik botol gelas maupun botol polietilen. Pemilihan kemasan didasarkan pada kemampuan dalam mencegah pelepasan CO2.
- Manis dan Menyegarkan
Komposisi minuman ringan umumnya sangat sederhana, terdiri dari 90% air dan sisanya merupakan kombinasi pemanis buatan, gas CO2, pencita rasa, pewarna, asam fosfat, kafein, dan beberapa mineral, terutama aluminum. Hal yang hanya ada pada minuman ringan adalah rasanya yang manis dan efeknya yang menyegarkan.
Rasa manis selalu memiliki makna tersembunyi, yaitu kadar gula dan kandungan energi.
Minuman ringan merupakan sumber tunggal penyumbang gula terbesar dalam susunan menu masyarakat barat. Menurut beberapa referensi, rasa manis yang terdapat di dalam sekaleng minuman ringan setara dengan tujuh sendok teh gula pasir!
Dampaknya?
Di balik kesederhanaan komposisi, banyak hal dalam minuman ringan yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Dampak tersebut mungkin memang tidak seketika, tetapi akan dirasakan di masa mendatang apabila dikonsumsi secara rutin, berlebih dan tidak dapat dikontrol.
- Obesitas
Obesitas adalah kelebihan berat badan minimal 75% dari berat ideal. Obesitas merupakan faktor utama penyebab meningkatnya resiko diabetes, terutama diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Kegemukan yang berlebih juga mendatangkan penyakit psikologis dan sosial yang cukup parah. Penyebab utama obesitas adalah konsumsi makanan yang berlebihan, tanpa diimbangi aktivitas fisik dan olahraga. Konsumsi makanan yang berlebihan menyumbangkan banyak sekali energi (yang tidak berguna) ke dalam tubuh. Penyebab obesitas lainnya adalah karena keturunan (genetik). Sebuah penelitian menyebutkan, resiko obesitas yang dihasilkan minuman ringan lebih banyak menyerang anak-anak dan remaja, terutama laki-laki, daripada orang dewasa.
- Kerusakan Gigi
Gula pasir yang telah dimurnikan memegang banyak peran dalam menyebabkan kerusakan gigi. Dan gula pasir yang telah dimurnikan ini terdapat dalam kandungan minuman ringan. Risiko terbesar dalam hal ini adalah kerusakan pada gigi. Kerusakan pada gigi ini tidak akan langsung terlihat, tetapi akan terlihat setelah beberapa waktu kemudian, apabila kebiasaan tidak terkontrol.
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1974, menemukan korelasi positif antara frekuensi konsumsi minuman ringan dengan tingkat keparahan kerusakan gigi, terutama pada anak-anak. Penemuan ini cukup mencengangkan karena para peneliti juga telah memperhitungkan konsumsi makanan manis lainnya, tetapi tetap menemukan bahwa minuman ringanlah yang paling banyak berkontribusi dalam menyebabkan kerusakan gigi (Jacobson, 2003).
Penelitian tersebut ternyata masih berdampak pada anak-anak pada masa tahun 1990-an. Anak-anak perserta survei pada tahun 1974 telah menjadi orangtua pada masa tahun 1990-an. Meskipun pada masa ini telah terdapat pasta gigi berfluoride atau air mineral yang mengandung fluoride, ternyata edukasi mengenal pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mencegah kerusakan gigi pada anak-anak masih sangat kurang.
Hal ini diduga karena orangtua memang kurang menyadari penyebab utama dari kerusakan gigi mereka pada masa anak-anak dahulu. The Canadian Soft Drink Association telah menerbitkan serangkaian rekomendasi dalam upaya menjaga kesehatan gigi. Beberapa di antaranya adalah membatasi konsumsi makanan manis atau makanan ringan di sela-sela waktu makan besar dan jangan membiarkan makanan manis terlalu lama berada di dalam mulut.
- Penyakit Jantung
Penyebab utama terjadinya penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular lainnya adalah konsumsi makanan yang tinggi kolesterol dan lemak jenuh, merokok, dan gaya hidup santai dengan aktivitas fisik yang minimal. Penyebab lainnya yang beresiko sangat besar pada orang dewasa adalah konsumsi gula berlebih.
Pola makan tinggi gula dapat menyebabkan penyakit jantung pada penderita insulin resisten. Golongan ini memiliki populasi seperempat dari jumlah orang dewasa di AS. Para penderita insulin resisten memiliki kadar trigliserida darah yang tinggi dan kadar HDL yang rendah. Apabila konsumsi makanan berkarbohidrat tinggi, kadar trigliserida dan kadan insulin darah mereka akan meningkat.
Gula hasil penguraian karbohidrat akan segera meningkatkan kadar trigliserida darah. Tingginya kadar trigliserida darah kemudian diasosiasikan dengan tingginya resiko terserang penyakit jantung.
Sudah saatnya dalam suasana kasih sayang kali ini, kita menyayangi tubuh kita sendiri
.
Beragam minuman ringan dijual di swalayan. Apalagi akhir-akhir ini belum lepas dari suasana perayaan, kiriman parsel pasti memiliki satu atau dua botol besar minuman ringan. Juga dalam suasana kasih sayang, terkadang membuat kita senang mengkonsumsi produk yang manis.
Ini peringatan kepada para kaum ibu pecandu kopi dan teh. Jika Anda merencanakan akan hamil dalam waktu dekat, sebaiknya mulailah untuk menghentikan kebiasaan minum kopi, teh atau coklat jauh-jauh hari. Soalnya, menghentikan kebiasaan makan makanan atau minuman yang mempunyai efek ketergantungan– meski sangat kecil, akan sulit jika dilakukan mendadak.
Simak saja kisah Evi, ibu berusia 28 tahun ini. Ia merasa sulit berhenti dari kebiasaannya minum kopi setiap hari. Saat hamil pun kebiasaan buruk itu tidak bisa ditinggalkan. Bila ia tak menenggak dua cangkir kopi setiap hari, badan Evi terasa pegal, mengantuk dan tak punya tenaga. Belum lagi, ia juga suka minum teh dan coklat.
Kebiasaan itu awalnya tak berdampak bagi ketiga anaknya. Pada saat hamil ketiga, empat tahun lalu, Evi masih rutin mengkonsumsi dua cangkir kopi setiap hari. Meski tidak berdampak serius pada kesehatan anak ketiganya, namun ia memiliki gangguan pada konsentrasinya.
Pada kehamilan anak keempat setahun yang lalu, Evi masih tak bisa meninggalkan kebiasaannya minum kopi. Malang akibatnya ia mengalami pendarahan hebat saat janin memasuki usia tujuh bulan, sehingga bayinya itu harus dilahirkan melalui operasi Caesar. Bayinya lahir tanpa menangis dan harus dirawat dalam inkubator, pernapasannya harus dibantu ventilator. Usaha menyelamatkan bayi prematur tersebut sia-sia. Belum genap seminggu bayi tampan itu pergi untuk selama-lamanya.
Cerita di atas tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti. Sebetulnya, selama hamil Anda tetap dapat menikmati kebiasaan minum minuman favorit seperti kopi, asal tidak berlebihan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minum kopi dengan jumlah sedang tidak mengganggu kesehatan atau bayi dalam kehamilan. Namun, perlu diperhatikan jumlahnya, yaitu tidak boleh lebih dari 300 mg kafein. Itu setara dengan kira-kira 3 cangkir kopi.
Yang patut diperhatikan sekarang adalah Anda juga mengkonsumsi makanan lain yang juga mengandung kafein, yang biasanya ditambahkan pada kue atau cake bercita rasa kopi atau coklat.
Karena kafein dapat meningkatkan detak jantung dan metabolisme pada tubuh ibu, yang dampaknya secara akumulatif menyebabkan stress. Padahal, stress merupakan “musuh” paling berbahaya bagi perkembangan janin. Kafein juga menyebabkan insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang dan lekas marah.
Kafein berdampak pada janin karena kafein dapat menyeberang plasenta dan dapat masuk ke dalam sirkulasi janin. Dampak terberatnya adalah keguguran. Sebuah penelitian menemukan, sedikitnya dua cangkir setiap hari dapat berisiko keguguran dua kali lipat. Sebuah studi oleh McGill Universitas Montreal menunjukkan hubungan antara konsumsi kafein dan keguguran.
Banyak peneliti mengatakan minum kafein dosis tinggi dapat menyebabkan berat bayi lahir lebih rendah. Sebuah study di Yugoslavia membandingkan berat bayi baru lahir antara ibu yang mengkonsumsi 71-140 mg kafein dengan ibu yang mengkonsumsi kafein 0-10 mg.Ibu yang mengkonsumsi 70-140 mg itu melahirkan bayi dengan berat seperempat lebih kecil ketimbang bayi yang dilahirkan ibu yang lain.
Kafein juga dapat menyebabkan sindroma kematian bayi Mendadak. Menurut laporan dalam arsip penyakit pada anak-anak, ibu hamil yang minum lebih dari 4 cangkir kopi setiap hari dapat menyebabkan SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Menurut Dr AL Steinschneider kafein dapat menyebabkan bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Pada bayi baru lahir dapat mengalami sistem pernapasan yang rentan terhadap infeksi dan stress.
Kafein juga dihubungkan dengan detak jantung yang tidak normal pada bayi baru lahir. Pamela Schuetze dan Phillip Zeskind menguji hubungan antara konsumsi kafein dengan detak jantung. Mereka menemukan jumlah intake konsumsi kafein yang lebih tinggi berhubungan dengan rata-rata detak jantung yang juga lebih tinggi.
Kafein memiliki efek diuretik. Kafein dapat mengambil cairan dan kalsium dari tubuh yang diperlukan untuk kesehatan janin dan ibu hamil. Kafein bukan vitamin atau mineral. Ketika Anda mulai minum kopi dan teh, kafein cenderung akan merusak selera makan untuk mengkonsumsi makanan lain yang bergizi.
Rangsangan dari kafein dapat menyebabkan ibu hamil tidak bisa istirahat dan tidur yang cukup. Kafein juga turut campur dalam penyerapan zat besi ke dalam tubuh sebanyak 40 persen, dimana zat besi itu diperlukan baik ibu maupun bayi.
Ujung-ujungnya kafein dapat menyebabkan pernapasan yang cepat, tremor dan secara akumulatif berkembang menjadi penyakit diabetes. Dampak lain ukuran kepala janin lebih kecil dan bayi lahir prematur.
Kalaupun anda tidak mampu berhenti mimum kopi selama hamil, menurut Food Standars Agency (FSA), dianjurkan untuk konsumsi kafein tidak lebih dari 300 mg per hari. Anda juga harus memonitor makanan dan minuman lain yang diduga mengandung kafein seperti teh, soft drink dan coklat. Jumlah 300 mg kafein kira-kira sama dosisnya dengan makan 1 batang coklat, 3 cangkir kopi dan 1 kaleng soda.
Berikut makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti 1 batang coklat mengandung 50 mg kafein, 1 cangkir kopi 75 mg kafein, 1 kaleng cola 40 mg kafein, 1 mug kopi 100 mg kafein dan 1 energy drink 50 mg kafein. (Tri Wahyuni)
Siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Kata-kata tersebut pernah menjadi iklan sebuah perusahaan minuman ringan. Bukan ngecap, penjajahan minuman ringan memang terjadi di seluruh pelosok dunia, termasuk Indonesia. Dampak negatifnya pun muncul, yakni salah satu penyebab penyakit degeneratif.
Apa yang akan Anda lakukan jika berada dalam suasana yang sangat panas dan melelahkan?
Hampir dapat dipastikan, jawabannya adalah menegak minuman yang segar dan dingin. Salah satu dari jenis minuman yang sangat populer untuk mengusir dahaga dan sekaligus memberi kenikmatan yang luar biasa adalah soft drinks (minuman ringan). Apabila Anda menyukainya, Anda tidak sendiri karena jutaan masyarakat dunia juga menyukainya.
Sejak penemuan minuman ringan di Amerika Serikat pada tahun 1830, konsumsinya terus meningkat secara tajam dan konstan dari tahun ke tahun. Peningkatan konsumsi ini tidak hanya berlaku di AS, tetapi juga di negara-negara lain di seluruh belahan dunia.
Pada tahun 1986, konsumsi minuman ringan per kapita per tahun di Amerika Serikat telah mencapai 28 galon dan meningkat menjadi 41 galon pada tahun 1997. Pada tahun 1997, persentase konsumen minuman ringan di Amerika Serikat adalah 74% dari populasi anak laki-laki dan 64% anak perempuan.
Pada tahun-tahun belakangan ini, persentase tersebut tentu saja kian membengkak seiring dengan perubahan pola makan, khususnya di kalangan masyarakat perkotaan.
Peningkatan konsumsi minuman ringan yang stabil merupakan hal yang sangat disukai produsennya. Bisnis minuman ringan menjadi sangat marak dengan munculnya berbagai merek dan kemasan. Strategi pemasaran yang luar biasa diterapkan dalam penjualan, terutama melalui iklan yang kian gencar.
Produksi minuman ringan terbukti telah menghasilkan keuntungan yang sangat besar, sehingga sering disebut sebagai emas cair (liquid gold).
Di sisi lain, peningkatan konsumsi minuman ringan di seluruh dunia telah menimbulkan kecemasan yang luar biasa di kalangan dunia kesehatan. Banyak penelitian yang telah membuktikan dampak negatif minuman ringan bagi kesehatan tubuh manusia.
Edukasi gencar harus segera dilakukan kepada masyarakat, seperti yang telah dilakukan oleh para praktisi kesehatan di AS.
Sebenarnya apakah minuman ringan itu? Mengapa banyak sekali yang suka, sehingga jumlah konsumsinya selaku meningkat dari tahun ke tahun? Sebenarnya apa yang terkandung dalam minuman ringan? Apakah benar dampak terhadap kesehatannya demikian tidak menguntungkan?
Minuman Bersoda
Minuman ringan diartikan sebagai minuman berkarbonasi. Karbonasi merupakan proses penginjeksian gas-gas CO2 (karbon dioksida) ke dalam minuman sehingga memiliki penampakan bergelembung-gelembung yang memberi kesan segar.
Gelembung-gelembung CO2 tersebut juga memberi efek kepuasan yang sangat khas apabila dikonsumsi, yaitu rasa menggigit di lidah.
Dalam bahasa sehari-hari, minuman ringan sering disebut juga sebagai minuman bersoda. Kemasan minuman bersoda umumnya kaleng atau botol, baik botol gelas maupun botol polietilen. Pemilihan kemasan didasarkan pada kemampuan dalam mencegah pelepasan CO2.
Fungsi mendasar minuman ringan tidak berbeda dengan minuman lain pada umumnya, yaitu untuk menghilangkan dahaga. Belakangan, karena harganya lebih mahal daripada air minum dalam kemasan atau minuman nonkarbonasi, terdapat anggapan bahwa mengonsumsi minuman ringan memiliki prestise tertentu.
Mengonsumsi minuman ringan juga menjadi kebiasaan yang dilakukan konsumen apabila sedang bersantap di luar rumah.
Manis dan Menyegarkan
Komposisi minuman ringan umumnya sangat sederhana, yaitu terdiri dari 90% air dan sisanya merupakan kombinasi dan pemanis buatan, gas CO2, pencita rasa, pewarna, asam fosfat, kafein, dan beberapa mineral, terutama aluminum.
Hal yang paling mendasari kesukaan konsumen terhadap minuman ringan adalah rasanya yang manis dan efeknya yang menyegarkan.
Rasa manis selalu memiliki makna tersembunyi, yaitu kadar gula dan kandungan energi. Dampak bahan-bahan aditif juga harus diperhatikan. Di balik kesederhanaan komposisinya, banyak hal yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Dampak tersebut mungkin memang tidak seketika, tetapi akan dirasakan di masa mendatang apabila konsumsinya rutin dan berlebih.
Minuman ringan merupakan sumber tunggal penyumbang gula terbesar dalam susunan menu masyarakat barat. Menurut Jacobson (2003), rasa manis yang terdapat di dalam sekaleng minuman ringan setara dengan tujuh sendok teh gula pasir.
Menurut survei tahun 1997, 44% populasi anak laki-laki di AS mengasup hampir 34 sendok teh gula setiap hari akibat konsumsi minuman ringan. Sebaliknya, 40% anak perempuan mengasup 24 sendok teh gula per harinya, juga karena konsumsi minuman ringan.
Bila dihitung sumbangan energinya, berarti seorang anak laki-laki mengonsumsi 2.750 kilo kalori per hari, sedangkan anak perempuan sekitar 1.850 kalori per hari hanya dari minuman ringan. Padahal menurut USDA, konsumsi gula harian yang normal hanya memberikan energi sebesar 1.600 kilo kalori.
Penyumbang Energi
Seperti telah disebutkan sebelumnya, kadar gula dapat diasosiasikan dengan jumlah energi.
Minuman ringan yang manis dapat menjadi penyumbang energi yang sangat besar. Menurut USDA, pada tahun 2003 sekitar 5,6% energi yang dikonsumsi penduduk AS berasal dari minuman ringan.
Di AS, sekaleng minuman ringan menyumbang 9% dari kebutuhan energi harian anak laki-laki dan 8% kebutuhan energi harian anak perempuan.
Angka tersebtu melonjak 2-3 kali lipat dibandingkan survei yang dilakukan pada tahun 1978.
Kembali dikatakan dalam survei, menurut Jacobson (2003), hanya 2% anak AS berusia 12-19 tahun yang mengonsumsi makanan sehat dengan kandungan gizi sesuai RDA (Recommended Dietary Allowances). Lalu, berapa persen anak sehat yang terdapat di Indonesia? Sungguh fakta yang sangat mengerikan untuk dibayangkan.
Dalam hasil survei dikatakan bahwa hanya sekitar 33% anak AS mengonsumsi makanan lengkap dalam jumlah yang disarankan RDA. Sekitar 15% mengonsumsi cukup buah, 10% cukup susu, dan sebagian besar tidak mengasup protein yang cukup sesuai RDA.
Demikian pula halnya dengan konsumsi komponen gizi mikro. Hanya 36% anak laki-laki dan 14% anak perempuan yang mengonsumsi kalsium sesuai RDA, sekitar 30% yang memenuhi RDA vitamin A dan hanya sekitar 20% yang memenihi RDA magnesium.
Fakta-fakta tersebut banyak dipacu oleh tingginya konsumsi minuman ringan. Anak-anak AS mengonsumsi minuman ringan satu setengah kali lebih banyak daripada susu.
Biang Keladi Osteoporosis, Sampai Penyakit Jantung
Komposisi minuman ringan telah menimbulkan banyak pertanyaan tentang dampak kesehatan masyarakat di masa mendatang.
Beberapa penelitian menunjukkan, minuman ringan merupakan biang keladi dari obesitas, osteoporosis, kerusakan gigi, penyakit jantung, batu ginjal, dan berbagai penyakit lainnya.
Obesitas
Obesitas merupakan penyakit kelebihan berat badan minimal 75% dari berat ideal. Obesitas merupakan faktor utama penyebab meningkatnya resiko diabetes, terutama diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.
Kegemukan yang berlebih juga mendatangkan penyakit psikologis dan sosial yang cukup parah. Penyebab utama obesitas adalah konsumsi makanan yang berlebihan, tanpa diimbangi aktivitas fisik dan olahraga. Konsumsi makanan yang berlebihan menyumbangkan banyak sekali energi (yang tidak berguna) ke dalam tubuh. Penyebab obesitas lainnya adalah karena keturunan (genetik).
Minuman ringan yang manis menyumbang sejumlah energi yang tidak dibutuhkan tubuh. Minuman ringan bertanggung jawab terhadap kelebihan asupan energi yang dapat menyebabkan obesitas.
Sebuah penelitian menyebutkan, resiko obesitas yang dihasilkan minuman ringan lebih banyak menyerang anak-anak dan remaja, terutama laki-laki, daripada orang dewasa.
Kesehatan Tulang dan Osteoporosis
Kebiasaan mengonsmsi minuman ringan menyebabkan jumlah konsumsi jenis minuman lainnya menurun, seperti konsumsi air dan susu. Hal ini menyebabkan konsumen minuman ringan kurang mendapat asupan kalsium.
Asupan kalsium yang rendah dapat menyebabkan dekalsifikasi tulang, tulang rapuh, dan akhirnya dapat berkembang menjadi osteoporosis. Hal ini sangat mengkhawatirkan, terutama bagi kaum wanita, karena apabila konsumen minuman ringan wanita memasuki masa menopause, asupan kalsium menjadi minim sekali. Kondisi ini dapat memacu terjadinya osteoporosis dalam waktu lebih cepat (Jacobson, 2003).
Namun, minuman ringan tidak selalu menyebabkan osteoporosis. Terdapat berbagai fakta dan mekanisme yang melatarbelakangi terjadinya osteoporosis. Resiko osteoporosis berkebalikan dengan kekuatan massa tulang yang telah terbentuk sebelum seseorang menjadi konsumen minuman ringan.
Masa pertumbuhan dan penyempurnaan tulang pada remaja perempuan adalah saat berusia sekitar 18 tahun. Saat itu massa tubuhnya telah terbentuk sekitar 92%. Apabila seseorang menjadi konsumen minuman ringan sejak masih anak-anak, asupan kalsiumnya akan menjadi rendah sehingga pembentukan tulangnya tidak optimal.
Penelitian lain juga menyebutkan bahwa terdapat korelasi yang kuat antara tingginya jumlah konsumen minuman ringan di kalangan anak-anak dengan jumlah kasus patah tulang pada anak-anak. Sebagian besar kasus pada tulang pada anak-anak usia 3 hingga 1 tahun merupakan akibat rapuhnya massa tulang yang merupakan akibat dan rendahnya asupan kalsium dari pangan (Jacobson, 2003).
Mekanisme pemunculan osteoporosis disebabkan oleh terganggunya keseimbangan kalsium dan fosfor di dalam tubuh (rasio Ca:P). Rasio Ca:P normal dalam tubuh adalah 2:1. Dalam kondisi rasio yang ideal ini, penyerapan terhadap kalsium menjadi optimal. Penyerapan kalsium yang cukup sangat dibutuhkan dalam memelihara massa tulang pencegahan osteoporosis, menormalkan tekanan darah, dan mencegah hiperparatiroidisme.
Minuman ringan yang memiliki kadar asam fosfat tinggi menyebabkan peningkatan asupan fosfor dalam tubuh. Hal ini menyebabkan terganggunya keseimbangan rasio Ca:P yang berakibat pada terhambatnya penyerapan kalsium yang berdampak terhadap penurunan masa tulang dan akhirnya osteoporosis.
Kafein yang terkandung dalam minuman ringan dapat memacu pembuangan kalsium melalui urin. Hal ini pulalah makin mendukung rendahnya asupan kalsium pada konsumen minuman ringan (Jacobson, 2003; Field, 2003).
Kerusakan Gigi
Gula pasir yang telah dimurnikan memegang banyak peran dalam menyebabkan kerusakan gigi.
Konsumen minuman ringan selalu mengekspos gigi mereka dengan gula yang berasal dari minuman ringan sepanjang hari.
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1974, menemukan korelasi positif antara frekuensi konsumsi minuman ringan dengan tingkat keparahan kerusakan gigi, terutama pada anak-anak.
Penemuan ini cukup mencengangkan karena para peneliti juga telah memperhitungkan konsumsi makanan manis lainnya, tetapi tetap menemukan bahwa minuman ringanlah yang paling banyak berkontribusi dalam menyebabkan kerusakan gigi (Jacobson, 2003).
Penelitian tersebut ternyata masih berdampak pada anak-anak pada masa tahun 1990-an. Anak-anak yang disurvei pada tahun 1974 telah menjadi orangtua pada masa tahun 1990-an. Meskipun pada masa ini telah terdapat pasta gigi berfluoride atau air mineral yang mengandung fluoride, ternyata edukasi mengenal pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mencegah kerusakan gigi pada anak-anak masih sangat kurang.
Hal ini diduga karena orangtua memang kurang menyadari penyebab utama dari kerusakan gigi mereka pada masa anak-anak dahulu.
The Canadian Soft Drink Association telah menerbitkan serangkaian rekomendasi dalam upaya menjaga kesehatan gigi. Beberapa di antaranya adalah membatasi konsumsi makanan manis atau makanan ringan di sela-sela waktu makan besar dan jangan membiarkan makanan manis terlalu lama berada di dalam mulut.
Penyakit Jantung
Penyebab utama terjadinya penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular lainnya adalah konsumsi makanan yang tinggi kolesterol dan lemak jenuh, merokok, dan gaya hidup santai dengan aktivitas fisik yang minimal.
Penyebab lainnya yang beresiko sangat besar pada orang dewasa adalah konsumsi gula berlebih.
Pola makan tinggi gula dapat menyebabkan penyakit jantung pada penderita insulin resisten. Golongan ini memiliki populasi seperempat dari jumlah orang dewasa di AS. Para penderita insulin resisten memiliki kadar trigliserida darah yang tinggi dan kadar HDL yang rendah. Apabila konsumsi makanan berkarbohidrat tinggi, kadar trigliserida dan kadan insulin darah mereka akan meningkat.
Gula hasil penguraian karbohidrat akan segera meningkatkan kadar trigliserida darah. Tingginya kadar trigliserida darah kemudian diasosiasikan dengan tingginya resiko terserang penyakit jantung.
Batu Ginjal
Penyakit batu ginjal merupakan penyakit yang paling umum terjadi dalam saluran kemih dan merupakan salah satu dari sekelompok penyakit dengan rasa nyeri terbesar.
Batu ginjal merupakan kondisi terdapatnya kristal kalsium dalam ginjal. Kristal tersebut dapat berupa kalsium oksalat, kalsium fosfat, maupun kalsium sitrat.
Sekitar 10% dari penduduk AS pernah memiliki batu ginjal. Penelitian menemukan bahwa resiko munculnya batu ginjal sejalan dengan kandungan asam fosfat dalam minuman ringan (Jacobson, 2003).
Mekanisme pemunculan batu ginjal sangat sejalan dengan mekanisme pemunculan osteoporosis. Gangguan keseimbangan rasio Ca:P menyebabkan penyerapan kalsium menjadi terhambat dan menyebabkan kalsium menjadi tidak larut. Akibatnya, kalsium mengendap di ginjal dalam bentuk kristal kompleks.
Endapan kristal inilah yang lama-kelamaan membesar dan menjelma menjadi batu ginjal.